Senin, 16 November 2009

Islam Sebagai Ideologi Negara

Arti dan definisi Ideologi



Muhammad Muhammad Ismail, mendifinisikan ideologi adalah Al-Fikru al-asasi al-ladzi hubna Qablahu Fikrun Akhar, pemikiran mendasar yang sama sekali tidak dibangun (disandarkan) di atas pemikiran pemikiran yang lain. Pemikiran mendasar ini merupakan akumulasi jawaban atas pertanyaan dari mana, untuk apa dan mau kemana alam, manusia dan kehidupan ini yang dihubungkan dengan asal muasal penciptaannya dan kehidupan setelahnya?


Dr. Hafidh Shaleh mendifinisikan Ideologi adalah sebuah pemikiran yang mempunyai ide berupa konsepsi rasional (aqidah aqliyah), yang meliputi akidah dan solusi atas seluruh problem kehidupan manusia. Pemikiran tersebut harus mempunyai metode, yang meliputi metode untuk mengaktualisasikan ide dan solusi tersebut, metode mempertahankannya, serta metode menyebarkannya ke seluruh dunia


Taqiyuddin An-Nabhani mendifinisikan Mabda’ adalah suatu aqidah aqliyah yang melahirkan peraturan. Yang dimaksud aqidah adalah pemikiran yang menyeluruh tentang alam semesta, manusia, dan hidup, serta tentang apa yang ada sebelum dan setelah kehidupan, di samping hubungannya dengan Zat yang ada sebelum dan sesudah alam kehidupan di dunia ini. Atau Mabda’ adalah suatu ide dasar yang menyeluruh mengenai alam semesta, manusia, dan hidup. Mencakup dua bagian yaitu, fikrah(konsep) dan thariqah (metode agar Ideologi itu bisa diterapkan, dipertahankan dan disebarluaskan)


Dari penjelasan tersebut dapat di ambil kesimpulan bahwasanya Ideologi adalah suatu pandangan hidup yang dimana dari pandangan hidup itu akan lahir pemecahan problematika kehidupan manusia


Hubungannya Dengan Negara


Jelas bahwasanya dengan adanya Ideologi atau pandangan Hidup ini, maka agar konsep dari Ideologi tersebut dapat diterapkan di tengah tengah masyarakat, maka butuh yang namanya Negara. Jika tidak, maka ide itu hanyalah bersifat filsafat kosong yang tidak dapat mempengaruhi kehidupan.


Oleh karena itu, suatu Ideologi mestilah memiliki metode agar Ideologi itu diterapkan, dipertahankan dan disebarluaskan. Nah agar semua itu terwujud maka mesti ada Negara yang menerapkannya


Islam Adalah agama Sekaligus Sebagai Ideologi


Islam bukan hanya sebagai agama Spritual belaka. Tapi Islam juga adalah sebuah Ideologi dan pandangan Hidup. Islam dibangun dari sebuah pemikiran yang rasional tentang kehidupan, alam semesta, dan manusia bahwa semuanya itu adalah ciptaan Allah SWT. Dan bahwasanya manusia dalam kehidupan ini mesti di atur oleh perintah dan larangan Allah.


Akidah Islam dibangun dari sebuah pemikiran yang jernih dan jauh dari sikap tahayul yang hanya menduga duga dalam hal keyakinan. Kendati demikian Islam juga menjelaskan kelemahan dan posisi Akal tatkala mengetahui Zat Allah SWT. Karena keyakinan akan adanya Allah pencipta Alam Semesta ini dapat dibuktikan dengan mengamati ciptaannya, dan mustahil memahami hakekat Zat Allah.


“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang, terdapat tanda-tanda (ayat) bagi orang yang berakal” (TQS. Ali ‘Imran [3]: 190).


Islam juga mewajibakn beriman kepada Al Qur'an dan kerasulan Muhammad, dimana keduanya dapat dibuktikan oleh orang yang berakan dan mampu untuk berpikir. Karena memang demikian adanya. Berikut ayat yang menjadi bukti kebenaran Al Qur'an tatkala menantang Orang Quraisy pada waktu

“Katakanlah: ‘Maka datangkanlah sepuluh surat yang (dapat) menyamainya” (TQS. Hud [11]: 13).

Islam tidak hanya mengatur masalah ibadah, pakaian dan akhlak semata, tapi Islam juga mengatur bagaimana mengelolan dan mengatur Negara ini. Islam bukan hanya sebagai agama spritual semata. Di sinilah perbedaan antara Islam dengan agama lainnya. Tatkala agama lain hanya mengatur mengenai tata cara ibadah atau spritual semata. Islam justru mengatur lebih dari pada itu. Islam adalah ajaran yang mengatur masalah politik dan spritual


Islam juga berbeda dengan Ideologi lainnya yakni Kapitalisme dan Komunisme. Kedua Ideologi tersebut tentu hanya mengatur masalah kehidupan semata, dan tidak mengatur bagaimana masalah spritual, bahkan kering dari nilai Spritual utamanya pada Ideologi Komunisme


Disini sudah jelas bahwasanya Islam bukan sekedar Agama, tapi juga merupakan Ideologi yang wajib untuk di terapkan. Islam terdiri dari akidah dan Syariah. Dimana Akidah ini menjadi dasar dari segala sesuatu dan Syariah adalah solusi dari semua persoalan yang di hadapi manusia, bukan hanya dalam taraf individu, tapi juga dalam taraf negara


Ideologi Islam Bertentangan Dengan Sekulerisme


Sekulerisme adalah Suatu paham yang bertentangan dengan Ideologi Islam. Sekulerisme adalah paham memisahkan aturan agama dengan Kehidupan yang pada akhirnya memisahkannya dengan Negara. Dari Sekulerisme inilah lahir sebuah paham demokrasi yang terdiri dari 4 kebebasan :


1. Kebebasan Beragama
2. Kebebasan Berpendapat
3. Kebebasan Bertingkah laku
4. Kebebasan Hak Milik


Kebabasan beragama adalah bertentangan dengan Ideologi Islam, karenan dengan kebebasan beragama maka seseorang bisa saja murtad dari Islam banyak kali. ini sama sekali bertentangan dengan Akidah Islam. Munculnya banyak aliran sesat adalah buah dari penerapan kebebasan ini


Kebebasan berpendapatpun adalah merusak. Mungkin orang berkata bahwasanya di alam demokrasi kita bebas menyuarakan Syariah. Tapi disisi lain, orang juga bebas untuk menghina Syariah, bahkan sampai menghina Rasulullah (naudzubillahi minzalik). Seperti media barat yang sering memojokkan Islam


Kebebasan bertingkah laku juga adalah merusak karena dapat menyebabkan rusaknya moral. Kasus maraknya Pornoaksi adalah buah kerusakan itu


Kebebasan Hak Milik juga merusak, karena dengan Ini maka kapitalisme akan semakin langgeng. Seseorang bisa saja menguasai hajat hidup orang banyak. Sementara banyak rakyat yang hidup dibawah garis kemiskinan tidak mendapat apa apa. Seperti yang terjadi di Negeri ini


Semua itu lazim disebut liberalisme, masih banyak kerusakan dari Sekulerisma yang tak dapat di bahas semuanya


Tegakkan Ideologi Islam Campakkan Sekulerisme


Demikian fakta dari kerusakan Sistem Sekuler ini, maka sudah sepantasnya kita kembali untuk menerapkan Islam di negeri ini. Karena Islam adalah bersumber dari pencipta kita Allah SWT. Zat Yang Maha Sempurna, yang tidak membutuhkan mahkluknya. Sungguh sistem yang Indah yang mampu meyelamatkan negeri dari kehancuran. Karena Ideologi Islam adalah konsekuensi keberimanan kita[Eri Afrizal]


Tiadalah Kami mengutus engkau (Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam (QS al-Anbiya’ ]21]: 107).


Perlu diketahui bahwa iman terhadap syariat Islam tidak cukup dilandaskan pada akal semata, tetapi juga harus disertai sikap penyerahan total dan penerimaan secara mutlak terhadap segala yang datang dari sisi-Nya, sebagaimana firman Allah SWT:


“Maka demi Rabbmu, mereka itu (pada hakekatnya) tidak beriman sebelum mereka menjadikan kamu (Muhammad) sebagai hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa di hati mereka suatu keberatan terhadap putusan yang engkau berikan, dan mereka menerima (pasrah) dengan sepenuhnya” (TQS. An- Nisa [4]: 65).


By : Eri Afrizal

6 komentar:

Web Hidup Mulia mengatakan...

Salam kenal sahabat. Mohon juga berkunjung balik di blog Web Hidup Mulia

Anonim mengatakan...

Manakala islam sebagai agama Rahmatan Lil 'Alamin damailah dunia ini, manakala islam sebagai ideologi terorlah yang muncul...camkan itu

Indrawan Sugiarto mengatakan...

Islam akan menjadi rahmat untuk seluruh alam tatkala seluruh hukum2nya diterapkan...

Muhammad nur Akbar 3 mengatakan...

salam kenal , saya dari asian

brilliant
we have kursus komputer, kursus komputer online, tempat kursus komputer, web design courses, kursus komputer via online, web design course, belajar komputer, les komputer, bimbingan belajar komputer, kuliah komputer

seb bet mengatakan...

Saya ucapkan terimakasih kepada pembuat artikel ini, artikel ini berisi informasi yang sangat bermanfaat untuk smeua pembaca khususnya saya sendiri. Saya tunggu lagi informasi-informasi lainnya yang tidak kalah menarik.
Sukses selalu untuk anda

kunjungi web kami untuk menambah ilmu
Judi Bola
www.168sdbet.com
terima kasih

isrepofmelayu mengatakan...

IDEOLOGI NEGARA
KHILAFAH ISLAM AD DAULATUL ISLAMIYAH MELAYU


SATU AQIDAH

Saya Bersaksi tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah dan Saya bersaksi bahwa Muhammad adalah Utusan Allah

Katakanlah "Hai manusia! Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan selain Dia; yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-Nya, nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada Alquran dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat bimbingan hidayah. QS. Al A'raf :158


SATU PENYEMBAHAN

Dan aku tidak menciptakan Jin dan Manusia melainkan supaya mereka meyembah-Ku QS Adz-Dzariyat:56


SATU PERILAKU AHLAQ

Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah SAW suri teladan yang baik bagi kalian untuk diikuti dalam hal berperang baik kesabaran dan keteguhannya. Bagi orang yang mengharap rahmat Allah yakni takut kepada-Nya dan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.QS Al Ahzab:21

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya mengucapkan doa selamat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman! ucapkanlah doa selamat untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepada beliau. QS Al ahzab:56


SATU IKATAN SEJARAH

kami seorang muslim tidak terikat oleh tanah air, warna kulit melainkan sejarah islam yang menjadi ikatan dan kebanggaan kami.

Kami tidak mengutus kamu Muhammad, melainkan untuk semua
manusia sebagai pembawa berita gembira kepada orang-orang yang beriman, bahwa mereka akan masuk surga dan sebagai pemberi peringatan kepada orang-orang kafir bahwa mereka akan dimasukkan ke dalam neraka tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui hal ini. Saba :28


SATU JALAN PENGABDIAN

Bimbinglah kami ke jalan yang lurus sebagaimana jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka melalui petunjuk dan hidayah-Mu. dan Bukan jalan orang-orang Yahudi(orang yang dimurkai)Dan bukan pula jalan orang-orang Kristen(orang sesat).


SATU UNDANG-UNDANG ALQURAN DAN AS SUNNAH

Katakanlah, "Sesungguhnya salatku, ibadahku , kehidupanku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya dan demikian itulah ketauhidan yang diperintahkan kepadaku, dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri kepada Allah.

Berpegang teguhlah kamu dengan Ikatan tali Allah dan janganlah kamu berpecah-belah serta Kenanglah karunia Allah kepadamu ketika kamu dahulu bermusuh-musuhan, Lalu Allah damaikan hatimu dengan nikmat Allah kamu bersaudara kembali
Dan ingatlah Kembali ketika kamu telah berada dipinggir jurang neraka lalu Allah selamatkan kamu daripadanya Demikianlah caranya Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya kepadamu , Semoga kamu beroleh petunjuk. QS. Ali Imran:103


Dipublikasikan
PASUKAN KOMANDO PANJI HITAM
MARKAS BESAR ANGKATAN PERANG BERANI MATI
KHILAFAH ISLAM AD DAULATUL ISLAMIYAH MELAYU

email : angsahitam@inbox.com